WICARA.CO.ID, TAKALAR — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelompok Tukang Batu melalui Inovasi Produksi Paving Block Eco-Friendly untuk Mendorong Ekonomi Lokal dan Infrastruktur Berkelanjutan” dilaksanakan bersama Kelompok Tukang Batu Tabaringan di Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Program yang dimulai sejak 15 Juni 2026 ini dirancang berlangsung selama delapan bulan, mencakup tahapan survei awal, analisis kebutuhan mitra, pengadaan alat dan bahan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital, pendampingan, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan luaran program.
Ketua tim pengabdian, Ar. Husnirrahman J., S.T., M.Ars., IAI, bersama anggota tim Prof. Dr. Ir. Nurlita Pertiwi, M.T. dan Dr. Irma Aswani Ahmad, S.T., M.T., mengembangkan kegiatan dengan melibatkan dua orang Mahasiswa Program studi Teknik Sipil Bangunan Gedung FT UNM.
Program ini dirancang tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga pada penguatan manajemen usaha dan pemasaran produk.
Pelatihan yang berlangsung pada tanggal 28 Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi anggota kelompok melalui inovasi produksi paving block ramah lingkungan berbahan tambah abu sekam padi, yang dipadukan dengan penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital.
Melalui kegiatan ini, mitra memperoleh berbagai manfaat, antara lain peningkatan keterampilan dalam memproduksi paving block berkualitas dan ramah lingkungan, pemanfaatan limbah lokal sebagai bahan baku bernilai tambah, peningkatan efisiensi proses produksi, serta kemampuan mengelola keuangan usaha dan memasarkan produk secara digital.
Kegiatan pengabdian Masyarakat ini berjalan dengan lancar dengan dukungan dana dari LP2M UNM melalui skema PNBP Kompetitif Tahun Anggaran 2026.
Program ini diharapkan mampu membuka sumber pendapatan alternatif bagi anggota kelompok sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pekerjaan proyek konstruksi yang bersifat musiman. Perwakilan mitra, Daeng Situru, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha bersama.
Menurutnya, pelatihan tersebut membuka kesempatan bagi anggota kelompok untuk memperoleh penghasilan tambahan ketika tidak ada proyek konstruksi sekaligus mengubah perspektif bahwa tukang batu tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga dapat berkembang menjadi pelaku usaha material bangunan.
Sebagai bentuk keberlanjutan, program dirancang agar kegiatan tidak berhenti pada tahap pelatihan, melainkan berkembang menjadi usaha kelompok yang dikelola secara mandiri. Hasil penjualan paving block akan menjadi modal usaha berkelanjutan, disertai sistem pengelolaan produksi, pemberian imbalan kepada tenaga kerja, serta pembagian sisa hasil usaha kepada anggota. Dengan target produksi yang terukur dan pendampingan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung penyediaan material konstruksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Takalar dan sekitarnya.
Leave a Reply