Tangis Haru Pecah, Lima Peserta Jalan Santai UNM Dapat Hadiah Umrah dari Nurdin Halid

peserta Jalan Santai Dies Natalis ke-65 UNM yang mendapatkan tiket umrah gratis dari Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNM, A.M. Nurdin Halid.

WICARA.CO.ID, MAKASSAR — Tangis haru pecah di pelataran Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Minggu (26/7/2026) pagi. Seorang peserta tak mampu membendung air mata ketika nomor undian yang dipegangnya disebut dari atas panggung.

Nomor tersebut mengantarkannya memperoleh hadiah perjalanan ke Tanah Suci. Ia menjadi salah satu dari lima peserta Jalan Santai Dies Natalis ke-65 UNM yang mendapatkan tiket umrah gratis dari Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNM, A.M. Nurdin Halid.

Suasana yang semula dipenuhi kegembiraan berubah menjadi momen emosional. Para penerima hadiah tampak terkejut dan terharu ketika nama serta nomor undian mereka diumumkan satu per satu di hadapan ribuan mahasiswa, alumni, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga besar UNM.

Pemberian lima tiket umrah itu menjadi kejutan pada penghujung kegiatan jalan santai. Bagi para penerima, hadiah tersebut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga membuka jalan untuk menunaikan perjalanan spiritual yang selama ini mungkin hanya tersimpan sebagai harapan.

Sebelum pengundian, ribuan peserta mengikuti jalan santai yang dimulai dari Jalan Andi Djemma, tepatnya di depan Kampus Program Pascasarjana UNM. Peserta kemudian bergerak menuju Jalan A.P. Pettarani, memutar arah di depan Kantor DPRD Kota Makassar, lalu memasuki kawasan Gedung Pinisi UNM.

Nurdin Halid pulang ke Makassar untuk memenuhi undangan Pelaksana Tugas Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi. Anggota DPR RI tersebut bersama Prof. Farida Patittingi dipercaya melepas peserta jalan santai yang tumpah ruah mengikuti rangkaian perayaan Dies Natalis ke-65 UNM.

Selepas jalan santai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di pelataran Gedung Pinisi. Di hadapan keluarga besar almamaternya, Nurdin Halid mendapat kesempatan menyampaikan pidato mewakili alumni.

Pria kelahiran Bone, 17 November 1958, itu merupakan lulusan Program Studi Ekonomi Perusahaan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Ujung Pandang, yang kini bernama Universitas Negeri Makassar.

Nurdin Halid dikenal sebagai salah satu alumni IKIP Ujung Pandang atau UNM yang memiliki perjalanan karier panjang di tingkat nasional. Ia pernah menjabat Ketua Umum PSSI, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, dan kembali menjadi anggota DPR RI untuk periode ketiga.

Dalam pidatonya, Nurdin menegaskan bahwa Dies Natalis tidak semata-mata menjadi penanda bertambahnya usia UNM. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara alumni, mahasiswa, dosen, dan seluruh sivitas akademika.

Menurutnya, IKA UNM akan terus hadir mendukung berbagai program pengembangan almamater, mulai dari bidang akademik, penguatan jejaring alumni, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“UNM telah melahirkan banyak tokoh yang berkiprah di berbagai bidang. Tugas kita sebagai alumni adalah menjaga kebersamaan, memberikan kontribusi nyata, dan memastikan almamater ini terus maju serta mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing,” kata Nurdin Halid.

Anggota Komisi VI DPR RI itu berharap peringatan Dies Natalis ke-65 menjadi penguat kolaborasi antara kampus dan alumni dalam menghadapi perkembangan serta tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

“IKA UNM tidak boleh hanya menjadi wadah silaturahmi. Kita harus menjadi mitra strategis kampus, membantu membuka peluang bagi mahasiswa, mendukung pengembangan institusi, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. Semangat kebersamaan inilah yang ingin terus kita bangun,” ujarnya.

Kebersamaan itu kemudian diwujudkan melalui pemberian lima tiket umrah kepada peserta jalan santai. Nurdin menjelaskan, hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada keluarga besar UNM sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang almamater yang kini memasuki usia ke-65.

“Semoga hadiah ini membawa keberkahan bagi para penerima dan menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar UNM untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi almamater,” kata Nurdin.

Di tengah kemeriahan Dies Natalis, air mata para penerima hadiah menjadi salah satu pemandangan yang paling membekas. Jalan santai yang mereka ikuti pagi itu tidak hanya membawa mereka kembali berkumpul bersama keluarga besar UNM, tetapi juga membuka jalan menuju perjalanan yang telah lama mereka impikan: menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Leave a Reply