WICARA.CO.ID, MAKASSAR—Komitmen untuk menghasilkan lulusan dokter yang kompeten dimulai dari kualitas proses pembelajaran. Sebagai bagian dari upaya penguatan kurikulum berbasis kompetensi, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Makassar (FK UNM) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul Problem-Based Learning (PBL) dan Clinical Skills Laboratory (CSL) bagi dosen pada 25–27 Juli 2026 di Makassar.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pendampingan intensif dalam penyusunan modul PBL dan CSL yang terstruktur, terintegrasi, serta selaras dengan capaian pembelajaran lulusan dan standar pendidikan kedokteran. Workshop berlangsung secara partisipatif melalui diskusi, penyusunan modul, serta telaah bersama untuk memastikan setiap perangkat pembelajaran memiliki kualitas akademik yang optimal.
Melalui workshop ini, para dosen memperkuat kemampuan dalam merancang skenario Problem-Based Learning yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, penalaran klinis, komunikasi, dan pembelajaran mandiri mahasiswa. Di sisi lain, penyusunan modul Clinical Skills Laboratory diarahkan untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar keterampilan klinis yang sistematis, terukur, dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi continuous quality improvement FK UNM dalam membangun sistem pembelajaran yang inovatif, berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), dan berorientasi pada pencapaian kompetensi. Perangkat pembelajaran yang berkualitas diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak dokter yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.
Sejalan dengan visi FK UNM sebagai fakultas kedokteran yang mengembangkan keunggulan di bidang Healthy Longevity Medicine, penguatan modul PBL dan CSL menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan ilmu dasar, ilmu klinik, serta pendekatan promotif dan preventif dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten dalam tata laksana penyakit, tetapi juga mampu mewujudkan kesehatan sepanjang siklus kehidupan.
“Kurikulum yang unggul diwujudkan melalui perangkat pembelajaran yang berkualitas, dosen yang terus berkembang, dan komitmen untuk selalu menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa.”
Leave a Reply