MAKASSAR — Prof. Dr. Sultan, S.Pd., M.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Makassar (UNM) selain pendidik, dia juga dikenal sebagai peneliti, dan akademisi produktif.
Prof Sultan dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Luar Biasa Senat UNM yang berlangsung di Gedung Teater Menara Pinisi UNM, Gunungsari, Kamis, 30 Juli 2026.
Di balik pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut, dosen Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM itu memiliki rekam jejak akademik yang mentereng. Hingga 2026, Prof Sultan tercatat telah menghasilkan 26 artikel pada jurnal internasional bereputasi, termasuk sejumlah publikasi pada jurnal terindeks Scopus kuartil satu atau Q1.
Publikasi tersebut mencakup bidang pendidikan bahasa, literasi kritis, analisis wacana, pembelajaran digital, kompetensi guru, kesantunan berbahasa, pendidikan anak usia dini, hingga persoalan sosial dalam pendidikan tinggi.
Sejumlah karya ilmiahnya diterbitkan pada jurnal internasional seperti GEMA Online Journal of Language Studies, International Journal of Language Education, Journal of Early Childhood Teacher Education, Journal of Interpersonal Violence, Discover Education, Cogent Education, X-Linguae, Learning Environments Research, dan sejumlah jurnal bereputasi lainnya.
Salah satu artikel yang ditulis bersama koleganya mengkaji strategi diskursif juru bicara pemerintah Indonesia selama pandemi Covid-19 dan diterbitkan pada GEMA Online Journal of Language Studies yang terindeks Scopus Q1.
Penelitiannya mengenai teks dan tugas dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia juga diterbitkan dalam International Journal of Language Education. Riset tersebut menelaah sejauh mana buku pelajaran Bahasa Indonesia mendukung kemampuan peserta didik menghadapi asesmen literasi membaca internasional.
Pada 2026, produktivitas akademik Prof Sultan terus berlanjut. Sejumlah artikelnya diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi dengan topik kompetensi multikultural dan sikap antinhoaks mahasiswa, analisis wacana teks klasik Bugis, kekerasan seksual verbal di perguruan tinggi, hingga kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran daring.
Rekam jejak publikasi tersebut memperlihatkan konsistensi Prof Sultan dalam mengembangkan kajian bahasa dan pendidikan yang beririsan dengan persoalan aktual masyarakat.
Selain menulis artikel ilmiah, Prof Sultan juga menghasilkan buku “Membaca Kritis: Mengungkap Ideologi Teks dengan Pendekatan Literasi Kritis di Perguruan Tinggi”. Buku itu memperkuat posisi keilmuannya dalam bidang literasi kritis dan pembelajaran membaca.
Keahlian tersebut turut mengantarkan Prof Sultan dipercaya menjadi Tim Pakar Literasi Membaca dalam Program Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia pada 2022 hingga 2024. Program tersebut merupakan proyek yang memperoleh dukungan pembiayaan dari Bank Dunia.
Kiprahnya tidak berhenti pada penelitian dan publikasi. Prof Sultan juga dipercaya menjadi reviewer sejumlah jurnal internasional bereputasi, termasuk Social Sciences & Humanities Open, Heliyon, SAGE Open, Australasian Journal of Educational Technology, Jordan Journal of Modern Languages and Literatures, Frontiers in Education, Cogent Arts and Humanities, serta Australian Journal of Teacher Education.
Ia juga tercatat sebagai Managing Editor Jurnal Gramatika yang telah terindeks Scopus dan menjadi anggota Asian Science Editors, organisasi editor ilmiah internasional yang berkedudukan di Seoul, Korea Selatan.
Pada tingkat nasional, Prof Sultan menjadi reviewer bagi berbagai jurnal terakreditasi, antara lain Ranah, ILEaL, Diksi, Aksara, Lingua Cultura, Diglosia, Kembara, Pena Literasi, Sawerigading, Mabasan, dan Suar Betang.
Kepercayaan terhadap kapasitas akademiknya juga terlihat dari berbagai penugasan di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Prof Sultan pernah terlibat sebagai tim monitoring dan evaluasi Program Pembelajaran dan Kemahasiswaan, reviewer Program Kompetisi Kampus Merdeka, reviewer Matching Fund atau Kedaireka, reviewer Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta, serta asesor jabatan akademik lektor kepala dan guru besar.
Ia juga dipercaya sebagai asesor akreditasi jurnal, asesor lembaga akreditasi mandiri, asesor Guru Penggerak dan Pengajar Praktik, reviewer Program Kreativitas Mahasiswa, serta juri Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional.
Dalam perjalanan kariernya, Prof Sultan telah mengukir sejumlah prestasi. Ia pernah menjadi lulusan terbaik Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Sawangan, Bogor, pada 2012.
Pada 2018, ia meraih peringkat pertama dosen berprestasi tingkat FBS UNM dan peringkat kedua dosen berprestasi tingkat Universitas Negeri Makassar. Pada 2022, ia meraih peringkat ketiga nasional sebagai dosen pembimbing dalam ajang Abdidaya yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
Di lingkungan UNM, Prof Sultan juga memegang sejumlah tanggung jawab strategis. Ia pernah menjadi Sekretaris Pusat Publikasi dan Hak Kekayaan Intelektual Lembaga Penelitian, Sekretaris Penjaminan Mutu FBS, serta Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Sejak 2023, ia dipercaya menjabat Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FBS UNM.
Prof Sultan juga terlibat dalam berbagai tim strategis universitas. Ia dipercaya menjadi Ketua Tim Pelaporan Capaian Indikator Kinerja Utama UNM, Ketua Tim Penyusunan Kontrak Kinerja UNM, serta Ketua Tim Penyusun Laporan Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan UNM.
Selain itu, ia menjadi Sekretaris Tim Merdeka Belajar–Kampus Merdeka UNM serta terlibat dalam penyusunan Statuta, Organisasi dan Tata Kerja, dan Rencana Strategis UNM.
Kiprahnya dalam organisasi profesi juga cukup luas. Sejak 2021, Prof Sultan menjabat Ketua Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Sulawesi Selatan dan Ketua Smart Learning and Character Center PGRI Sulawesi Selatan.
Ia juga menjadi pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Pengurus Pusat Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta terlibat dalam organisasi pengelola jurnal bahasa dan sastra Indonesia.
Prof Sultan menempuh pendidikan sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah di UNM dan lulus pada 2001. Ia menyelesaikan pendidikan magister Pendidikan Bahasa Indonesia di UNM pada 2010, kemudian meraih gelar doktor Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Malang pada 2017.
Dalam pengukuhannya sebagai guru besar, Prof Sultan menegaskan bahwa jabatan profesor bukanlah puncak perjalanan akademik. Menurutnya, gelar tersebut merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengembangkan ilmu, menghasilkan karya, mendidik generasi, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Jabatan akademik Guru Besar ini bukanlah puncak perjalanan, melainkan awal dari amanah dan tanggung jawab yang semakin besar,” kata Prof Sultan.
Pada momentum tersebut, ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pembelajaran Literasi Kritis sebagai Jalan Pemberdayaan: Mewujudkan Peserta Didik Menjadi Pembaca Berdaulat di Era Infodemik”.
Leave a Reply