WICARA.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Negeri Makassar (UNM) mencatat capaian positif dalam evaluasi penerimaan mahasiswa baru 2026. Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tetap menjadi kanal dengan volume persaingan tertinggi, sementara jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menunjukkan lonjakan keterisian kuota yang signifikan.
Berdasarkan data evaluasi penerimaan mahasiswa baru UNM 2024–2026, total peminat SNBT pada 2026 mencapai 30.369 orang. Dari jumlah tersebut, komposisi terbesar berasal dari pemilih UNM pada posisi Pilihan 2 sebanyak 14.138 orang atau 46,55 persen. Adapun Pilihan 1 tercatat 10.083 orang atau 33,20 persen, Pilihan 3 sebanyak 5.010 orang atau 16,50 persen, dan Pilihan 4 sebanyak 1.138 orang atau 3,75 persen.
Komposisi ini menunjukkan bahwa UNM masih menjadi destinasi favorit calon mahasiswa pada jalur SNBT. Namun, dominasi pemilih pada posisi Pilihan 2 juga menjadi catatan penting, karena menandakan perlunya penguatan branding agar UNM semakin banyak dipilih sebagai pilihan utama.
Pada aspek daya tampung, jalur SNBT kembali menempati porsi terbesar pada 2026. UNM menyediakan 5.223 kursi melalui jalur ini atau setara 44,44 persen dari total daya tampung. Sementara itu, jalur SNBP mendapat alokasi 3.893 kursi atau 33,13 persen, dan jalur Mandiri sebanyak 2.636 kursi atau 22,43 persen.
Kinerja jalur SNBP pada 2026 menjadi salah satu sorotan utama. Dari total 21.366 peminat, jumlah peserta yang lulus mencapai 3.830 orang. Tingkat keterisian kuota pun melonjak menjadi 98,38 persen. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 86,34 persen pada 2024 dan 86,25 persen pada 2025. Sejalan dengan itu, jumlah kuota yang tidak terpenuhi turun drastis dari 484 kursi pada 2025 menjadi hanya 63 kursi pada 2026.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa mekanisme seleksi dan strategi pengisian kuota SNBP UNM pada tahun ini berjalan jauh lebih efektif. Hasil ini sekaligus dinilai dapat menjadi model perbaikan untuk penerimaan tahun berikutnya.
Di jalur SNBT, meski jumlah peminat sedikit menurun dibanding 2025, tingkat persaingan tetap tinggi. Pada 2025, total pelamar mencapai 31.698 orang, sedangkan pada 2026 turun menjadi 30.369 orang atau berkurang sekitar 4,19 persen. Meski menurun, tingkat keketatan SNBT 2026 masih berada di angka 17,20 persen. Artinya, dari setiap 100 pendaftar, hanya sekitar 17 orang yang berpeluang lolos.
Data evaluasi juga menampilkan 10 program studi dengan peminat tertinggi pada SNBT 2026. Posisi teratas ditempati Manajemen dengan 1.778 peminat, disusul Akuntansi (Sarjana Terapan) sebanyak 1.642 peminat dan Psikologi dengan 1.397 peminat. Selanjutnya ada Administrasi Kesehatan, PGSD Kampus Makassar, Bimbingan dan Konseling, Tata Busana, Gizi, Akuntansi, dan PTIK.
Program-program studi ini dinilai layak diposisikan sebagai anchor program dalam promosi institusi. Profil keunggulan, prospek lulusan, akreditasi, dan testimoni alumni disebut perlu terus diperkuat untuk menjaga daya tarik di tengah persaingan yang makin ketat.
Meski demikian, evaluasi juga menemukan masih ada enam program studi yang pelamarnya belum memenuhi kuota awal pada jalur SNBT 2026. Keenam program studi itu adalah Pendidikan Bahasa Jerman, Pendidikan Vokasional Mekatronika, Pendidikan Luar Sekolah, Sains Perikanan, Pendidikan Kimia Kelas Internasional, dan Pendidikan Bahasa Bugis.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa intervensi promosi perlu dilakukan secara lebih spesifik. Bukan sekadar publikasi umum, tetapi promosi berbasis segmentasi yang menyesuaikan profil calon mahasiswa, asal sekolah, serta prospek kerja lulusan. Selain itu, evaluasi nomenklatur dan penguatan narasi diferensiasi program studi juga dinilai penting agar prodi-prodi tersebut lebih mudah dikenali dan dipahami publik.
Selain jalur penerimaan, UNM juga mencatat pertumbuhan peserta UTBK di pusat pelaksanaan ujian. Pada 2024 jumlah peserta tercatat 13.958 orang, naik menjadi 14.835 orang pada 2025, lalu kembali meningkat menjadi 17.329 orang pada 2026. Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhannya mencapai 24,15 persen.
Lonjakan peserta ini membuat kesiapan teknis dan operasional menjadi perhatian besar. Untuk UTBK-SNBT 2026, UNM menyiapkan 22 lokasi dan 48 ruang ujian dengan kapasitas 1.092 komputer per sesi. Ujian akan berlangsung dalam 16 sesi pelaksanaan pada 21–28 April 2026.
UNM juga menyiapkan berbagai aspek operasional, mulai dari komputer utama dan cadangan, jaringan, listrik cadangan, helpdesk, petugas teknis, pengawas, keamanan, layanan kesehatan, hingga finalisasi SOP kedatangan peserta. Pola mitigasi risiko juga disiapkan untuk mengantisipasi gangguan listrik, jaringan, cuaca, kemacetan, keterlambatan peserta, hingga potensi kecurangan.
Secara keseluruhan, evaluasi ini menempatkan UNM pada posisi yang cukup kuat dalam penerimaan mahasiswa baru 2026. Fokus selanjutnya adalah menjaga keberhasilan SNBP, memperkuat performa SNBT secara lebih merata antarprogram studi, serta memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 berlangsung aman, tertib, kredibel, dan melayani peserta secara optimal.
Leave a Reply