WICARA.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi mengukuhkan Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea dalam Apel Pengukuhan dan Uji Simulasi SOP yang digelar di Anjungan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Senin, 13 April 2026.
Sebanyak 60 warga Tamalanrea ditetapkan sebagai anggota Tim KSB setelah terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai potensi kebencanaan, penyusunan jalur evakuasi, serta pembagian tugas dalam sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
Dengan pengukuhan ini, Tamalanrea menjadi kecamatan ketiga di Kota Makassar yang memiliki Tim KSB, setelah sebelumnya pembentukan tim serupa dilakukan di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya, yang juga dikenal sebagai wilayah rawan banjir.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah bertahap Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Selain itu, pembentukan KSB juga diarahkan untuk memperkuat sistem mitigasi dan penanganan bencana di tingkat kecamatan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Tim KSB Tamalanrea. Menurutnya, tim ini memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di Makassar, baik yang bersifat alam maupun sosial.
Appi menegaskan bahwa keberadaan KSB tidak hanya berfungsi saat bencana terjadi, tetapi lebih jauh sebagai ujung tombak kesiapsiagaan dan mitigasi berbasis komunitas. Ia berharap tim yang telah dikukuhkan dapat memperkuat upaya pencegahan sehingga dampak bencana dapat diminimalkan.
Menurut dia, anggota KSB merupakan pihak yang paling memahami kondisi wilayah masing-masing. Karena itu, ketika terjadi bencana, mereka diharapkan menjadi orang pertama yang hadir untuk melakukan penanganan awal, mengatur alur penyelamatan, membagi peran, sekaligus menenangkan masyarakat terdampak.
Wali kota juga mengajak seluruh unsur masyarakat, pemangku kepentingan, dan pilar sosial untuk bersama-sama mendukung keberadaan KSB sebagai ruang belajar, wadah kolaborasi, dan sarana memperkuat solidaritas sosial demi keselamatan bersama.
Lebih lanjut, Appi menjelaskan bahwa program Kampung Siaga Bencana merupakan inisiatif Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan membangun standar mitigasi bencana di berbagai daerah di Indonesia. Dengan standar tersebut, masyarakat diharapkan memahami mekanisme penanganan saat bencana, termasuk pengisian pos, alur koordinasi, dan optimalisasi bantuan agar jumlah korban dapat ditekan.
Ia juga memastikan bahwa pembentukan Tim KSB di Makassar tidak akan berhenti di Tamalanrea. Pemerintah kota akan terus memperluas program ini ke wilayah lain dengan mempertimbangkan tingkat risiko kebencanaan sebagai dasar penentuan prioritas.
Leave a Reply