Tim Peneliti UNM Petakan Dialek Bahasa Makassar di 11 Kecamatan Jeneponto

WICARA.COID, JENEPONTO — Tim peneliti Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pemetaan dialek bahasa Makassar di 11 kecamatan di Kabupaten Jeneponto sebagai bagian dari upaya revitalisasi dan pelestarian bahasa daerah.

Penelitian bertajuk “Revitalisasi Bahasa Daerah melalui Pemetaan Dialek Bahasa Makassar di Kabupaten Jeneponto” tersebut didanai melalui skema Penelitian PNBP Pusat Kompetitif UNM Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang dikoordinasikan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar itu diketuai Rahmi Mardatillah, S.Pd., M.Pd. Tim peneliti beranggotakan Fadilah Neyarasmi, S.Pd., M.Pd. dan Sri Mulyani R., S.Pd., M.Pd.

Penelitian tersebut juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Makassar, yakni Nur Aisyah Aswadi dan Nur Aulia. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari penguatan kolaborasi akademik antara dosen dan mahasiswa dalam penelitian berbasis kebutuhan masyarakat.

Kabupaten Jeneponto dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki keragaman dialek bahasa Makassar yang relatif tinggi. Namun, variasi kebahasaan yang berkembang di wilayah tersebut belum seluruhnya terdokumentasi dan dipetakan secara sistematis.

Penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan perbedaan kebahasaan yang mencakup aspek fonologi, morfologi, dan leksikon. Tim peneliti juga memetakan persebaran setiap variasi dialek secara geografis dan mengkaji kontribusinya terhadap program revitalisasi bahasa daerah.

Kajian tersebut dinilai penting di tengah menurunnya penggunaan bahasa daerah, terutama di kalangan generasi muda. Perubahan pola komunikasi dan semakin dominannya penggunaan bahasa Indonesia serta bahasa asing berpotensi mempersempit ruang penggunaan bahasa Makassar dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi keberlangsungan bahasa Makassar sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Karena itu, dokumentasi dan pemetaan dialek dibutuhkan sebagai dasar penyusunan langkah pelestarian yang lebih terarah.

Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian dialektologi. Penutur bahasa Makassar dari 11 kecamatan di Kabupaten Jeneponto dilibatkan sebagai sumber data penelitian.

Data dikumpulkan menggunakan daftar kosakata Swadesh dan sejumlah variasi tuturan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui metode cakap semuka yang didukung teknik rekam dan teknik catat.

Data kebahasaan yang diperoleh selanjutnya dianalisis untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan tuturan antardaerah. Hasil analisis kemudian akan divisualisasikan dalam bentuk peta dialek bahasa Makassar di Kabupaten Jeneponto.

Pelaksanaan penelitian lapangan berlangsung selama tiga hari pada Juli 2026. Selain mengumpulkan data, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi langsung antara peneliti dan masyarakat penutur bahasa Makassar.

Interaksi dengan masyarakat memberikan gambaran kontekstual mengenai penggunaan bahasa Makassar, termasuk perubahan kosakata, pelafalan, pembentukan kata, dan variasi tuturan yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian pemetaan dialek berbasis data empiris dengan program revitalisasi bahasa daerah yang bersifat aplikatif. Peta dialek yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi linguistik, tetapi dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran dan pelestarian bahasa Makassar.

Hasil penelitian juga diharapkan menjadi dasar pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik kebahasaan masyarakat Jeneponto. Selain itu, data yang ditemukan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dan lembaga kebahasaan dalam merumuskan kebijakan pelindungan bahasa daerah.

Sejumlah luaran ditargetkan dari penelitian tersebut, di antaranya publikasi dalam temu ilmiah nasional, artikel pada jurnal nasional terakreditasi, dan penyusunan buku ajar ber-ISBN.

Tim peneliti juga menargetkan pengembangan model atau desain berbasis rekayasa sosial serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual sebagai bagian dari hilirisasi hasil penelitian.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi. Kontribusi terhadap IKU 3 ditunjukkan melalui keterlibatan dosen dalam kegiatan penelitian di luar kampus.

Sementara itu, kontribusi terhadap IKU 5 diwujudkan melalui pemanfaatan hasil penelitian oleh masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga kebahasaan sebagai sumber data dalam program pelestarian bahasa daerah.

Melalui penelitian tersebut, bahasa Makassar diharapkan tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan sosial dan arus globalisasi. Pelestarian bahasa daerah juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas budaya lokal sebagai kekayaan budaya nasional.

Tim peneliti menyampaikan terima kasih kepada Pelaksana Tugas Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., atas dukungan pendanaan melalui skema Penelitian PNBP Pusat Kompetitif UNM Tahun 2026 sehingga penelitian dapat terlaksana.

Leave a Reply