WICARA.CO.ID, MAKASSAR — Kiprah Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum. dalam pembinaan pencak silat memasuki level nasional. Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Selatan itu resmi dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IPSI masa bakti 2026–2030.
Prof. Hasnawi akan mendampingi Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB IPSI dalam Musyawarah Nasional XVI IPSI di Jakarta, April 2026.
Penetapan kepengurusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Nomor 90 Tahun 2026 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia Masa Bakti 2026–2030.
SK yang ditetapkan pada 30 Juni 2026 itu sekaligus menandai berakhirnya tugas tim formatur yang dibentuk setelah Munas XVI IPSI. Kepengurusan baru selanjutnya akan mempersiapkan pelantikan dan rapat kerja nasional PB IPSI.
Dalam struktur kepengurusan, Prof. Hasnawi menempati posisi Wakil Ketua Umum IV. Akademisi Universitas Negeri Makassar tersebut bergabung bersama sejumlah tokoh nasional yang dipercaya memperkuat jajaran PB IPSI.
Komposisi pengurus harian antara lain diisi Sugiono sebagai Ketua Umum, Edhy Prabowo sebagai Ketua Harian, Abdul Karim Aljufri sebagai Sekretaris Jenderal, serta Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, sebagai Bendahara Umum.
Sementara itu, jajaran wakil ketua umum diisi antara lain Prof. Dr. Ir. Dwi Soetjipto, Irjen Pol. Nunung Syaifudin, Mohamad Siddik, Prof. Hasnawi Haris, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Yayuk Sugeng, Muchamad Nabil Haroen, Letjen TNI Mohamad Hasan, dan Munjirin.
Presiden RI Prabowo Subianto, yang sebelumnya memimpin PB IPSI selama empat periode, ditempatkan sebagai Pembina Utama. Dewan Pembina juga melibatkan pimpinan lembaga tinggi negara, Panglima TNI, Kapolri, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta tokoh-tokoh nasional dan pimpinan perguruan pencak silat.
Susunan pengurus PB IPSI periode ini dinilai menyerupai “dream team” karena diisi figur dari beragam latar belakang yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam organisasi, pemerintahan, olahraga, akademik, serta pembinaan pencak silat.
Kepengurusan tersebut menghadapi tantangan besar dalam membangun tata kelola organisasi yang modern dan profesional. Selain memperkuat pembinaan prestasi atlet, PB IPSI dituntut meningkatkan kualitas pelatih, wasit, juri, kelembagaan, serta manajemen kompetisi.
Penguatan juga dilakukan melalui bidang-bidang pendukung, termasuk bidang hukum dan komisi disiplin. Langkah tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem pencak silat yang tertib, transparan, dan siap menghadapi perkembangan olahraga pada tingkat internasional.
Agenda strategis lainnya adalah melanjutkan perjuangan agar pencak silat dapat dipertandingkan dalam Olimpiade. Cita-cita tersebut telah lama disuarakan Presiden Prabowo ketika memimpin PB IPSI dan kini menjadi komitmen bersama insan pencak silat Indonesia.
Dihubungi secara terpisah, Prof. Hasnawi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ketua Umum PB IPSI, Sugiono, kepadanya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PB IPSI, Bapak Sugiono, karena telah mengajak saya bergabung sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI periode 2026–2030. Saya menyadari bahwa ini merupakan amanah yang besar dan berat,” kata Prof. Hasnawi.
Ketua PGRI Sulawesi Selatan itu menegaskan kesiapannya mendedikasikan tenaga dan pemikiran untuk memajukan pencak silat, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
“Insyaallah, kami siap mendedikasikan diri untuk memajukan olahraga pencak silat, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga pada level internasional. Organisasi harus semakin rapi dan profesional agar pencak silat benar-benar mampu menuju Olimpiade,” ujarnya.
Kepercayaan sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI memperpanjang pengabdian Prof. Hasnawi dalam organisasi pencak silat. Sebelum memimpin IPSI Sulawesi Selatan, ia pernah menjabat Ketua IPSI Kabupaten Soppeng. Saat ini, ia kembali mengemban amanah sebagai Ketua IPSI Sulawesi Selatan untuk periode kedua, yakni 2026–2030.
Pengalaman panjang tersebut menjadi modal bagi Prof. Hasnawi untuk menjembatani pembinaan pencak silat di daerah dengan kebijakan organisasi pada tingkat pusat. Kehadirannya di jajaran PB IPSI juga membawa harapan agar pembinaan atlet dan perguruan pencak silat di Sulawesi Selatan memperoleh ruang lebih besar dalam agenda nasional.
Leave a Reply