WICARA.CO.ID, MAKASSAR — Pemanfaatan layanan digital masyarakat di Sulawesi terus menunjukkan peningkatan. PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison mencatat trafik data di Region Sulawesi tumbuh sebesar 29,5 persen secara tahunan atau year on year (YoY) sepanjang semester pertama 2026.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan trafik data Indosat secara nasional yang mencapai 19,9 persen YoY pada periode yang sama.
Capaian itu mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat Sulawesi untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari komunikasi, hiburan, pembelajaran, produktivitas, hingga pengembangan usaha.
Untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan konektivitas tersebut, Indosat terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan di wilayah Sulawesi. Hingga akhir kuartal II 2026, perusahaan telah mengoperasikan lebih dari 15.500 Base Transceiver Station atau BTS 4G serta memperluas jaringan hingga lebih dari 120 BTS 5G.
Dengan membawa semangat “Lebih Baik Indosat”, penguatan infrastruktur tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai kota strategis di Sulawesi.
Pertumbuhan trafik data di Sulawesi berjalan beriringan dengan kinerja keuangan dan operasional Indosat secara nasional yang tetap kuat pada semester pertama 2026.
Dalam periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun. Angka tersebut meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau EBITDA meningkat 14 persen YoY menjadi Rp14,6 triliun. Pertumbuhan EBITDA tercatat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan, dengan margin EBITDA berada pada level 47,6 persen.
Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dinormalisasi meningkat 49,2 persen YoY menjadi Rp3,2 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh keberlanjutan pertumbuhan bisnis, pengelolaan biaya yang disiplin, serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
Pada sisi layanan, teknologi AI semakin menjadi bagian integral dari pengalaman digital pelanggan Indosat. Perusahaan menghadirkan berbagai layanan berbasis teknologi, antara lain fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, serta Adobe Express.
Berbagai layanan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih produktif, kreatif, dan aman sebagai bagian dari layanan konektivitas Indosat.
Meningkatnya relevansi layanan digital itu turut mendorong pertumbuhan trafik data nasional sebesar 19,9 persen YoY. Average Revenue Per User atau ARPU juga meningkat 17,3 persen YoY menjadi Rp46 ribu, sedangkan basis pelanggan seluler Indosat tetap kuat dengan jumlah mencapai 93,4 juta pelanggan.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan strategi AI North Star menjadi penggerak pertumbuhan nilai jangka panjang sekaligus mentransformasi Indosat dari perusahaan penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.
“Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami,” kata Vikram dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut dia, pencapaian tersebut semakin memperkuat keyakinan Indosat untuk mengakselerasi fase transformasi berikutnya dengan membangun kapabilitas yang dapat menjadi mesin pertumbuhan perusahaan pada masa depan.
“Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia,” ujarnya.
Perkuat Investasi untuk Pertumbuhan Masa Depan
Kinerja operasional dan posisi keuangan yang semakin kuat memberikan ruang bagi Indosat untuk mempercepat investasi pada sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Salah satu pencapaian penting selama semester pertama 2026 adalah pembentukan PT Infra Fiber Teknologi atau IFT bersama Arsari Group.
Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur serat optik nasional, Indosat memperoleh sekitar Rp11,7 triliun sekaligus mengadopsi model bisnis asset-light.
Langkah tersebut memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar bagi perusahaan untuk mengalokasikan investasi pada peluang pertumbuhan bernilai tinggi yang mendukung transformasi jangka panjang.
Indosat juga terus memperluas bisnis AI Cloud seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan di berbagai sektor industri.
Sepanjang semester pertama 2026, bisnis AI Cloud Indosat membukukan pendapatan sebesar 33 juta dolar Amerika Serikat. Nilai tersebut telah melampaui total pendapatan AI Cloud sepanjang 2025 yang mencapai 28 juta dolar AS.
Kinerja itu mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur AI yang berdaulat sekaligus memperkuat posisi AI Cloud sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru Indosat.
Untuk mendukung perkembangan ekosistem AI, perusahaan juga memperkuat kapasitas konektivitas melalui tambahan spektrum sebesar 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Tambahan spektrum tersebut akan meningkatkan kapasitas jaringan dan kualitas layanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pengalaman digital berbasis AI.
Investasi itu juga diharapkan mendukung pengembangan dan monetisasi layanan Indosat 5G, termasuk Fixed Wireless Access atau FWA, serta menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal, cerdas, dan personal bagi pelanggan.
Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Di tengah pengembangan bisnis berbasis AI, Indosat juga menegaskan komitmennya untuk memastikan inovasi perusahaan memberikan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Optimalisasi jaringan berbasis AI dan penerapan pengelolaan energi cerdas berhasil menurunkan intensitas emisi karbon perusahaan sebesar 50,89 persen.
Komitmen tersebut turut memperoleh pengakuan melalui masuknya Indosat ke dalam tiga indeks Environmental, Social, and Governance atau ESG KEHATI, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 untuk periode Juni hingga November 2026.
Indosat juga melanjutkan investasi dalam pengembangan talenta digital melalui kemitraan bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation.
Kolaborasi tersebut antara lain menargetkan pengembangan satu juta talenta digital dan 100.000 wirausaha berbasis AI hingga 2029.
Berbagai investasi jaringan, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia tersebut menjadi bagian dari upaya Indosat membangun kepemimpinan AI yang berlandaskan inovasi bertanggung jawab, pertumbuhan berkelanjutan, serta pengembangan talenta yang inklusif.
Bagi masyarakat Sulawesi, penguatan jaringan 4G dan perluasan layanan 5G diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga memperluas peluang pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk pendidikan, pelayanan publik, produktivitas, serta pertumbuhan usaha.
Leave a Reply