WICARA.CO.ID, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar menggelar rapat evaluasi terhadap program inovatif “Ngabuburit Pengawasan” yang telah dilaksanakan sepanjang bulan Ramadan 2026. Program ini dinilai menjadi salah satu terobosan efektif dalam menyosialisasikan pengawasan partisipatif kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih santai dan inklusif.
Ketua Bawaslu Kota Makassar, Dede Arwinsyah, menyampaikan bahwa kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi santai menjelang waktu berbuka puasa tersebut berhasil menarik perhatian kalangan mahasiswa. Selama pelaksanaannya, Bawaslu Makassar mengunjungi sejumlah kampus di Kota Makassar, di antaranya Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Universitas Hasanuddin (Unhas), UIN Alauddin Makassar, serta Universitas Bosowa (Unibos).
“Melalui kegiatan yang dilakukan selama bulan Ramadan dan dibalut dengan diskusi santai ini, kami melihat antusiasme mahasiswa cukup tinggi, khususnya dari kampus-kampus yang menjadi lokasi kegiatan,” ujar Dede.
Berdasarkan data yang dihimpun selama pelaksanaan program, terdapat beberapa catatan penting dari kegiatan tersebut. Dari sisi jangkauan peserta, terjadi peningkatan interaksi selama periode kampanye “Ngabuburit Pengawasan”. Sementara itu, dari sisi efektivitas lokasi, pemilihan kampus sebagai tempat kegiatan dinilai sangat efektif karena mampu menjangkau mahasiswa secara langsung.
Meski dinilai sukses, Bawaslu Makassar tetap mencatat sejumlah poin perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan pada sisa masa Ramadan. Salah satunya adalah digitalisasi konten, yakni mengemas hasil diskusi ngabuburit menjadi video pendek yang kemudian dirilis di media sosial agar pesan tentang pengawasan pemilu dapat tersebar lebih luas. Selain itu, Bawaslu juga berencana melakukan perluasan wilayah kegiatan dengan menambah titik lokasi pelaksanaan.
Anggota Bawaslu Makassar Divisi Pencegahan, Risal Suaib, menegaskan bahwa program ini bertujuan menghadirkan edukasi demokrasi secara lebih dekat kepada masyarakat.
“Kita tidak ingin pengawasan hanya menjadi narasi kaku di kantor. Melalui Ngabuburit Pengawasan, kami memastikan bahwa sambil menunggu waktu berbuka, warga juga mendapatkan asupan edukasi demokrasi yang sehat,” tutupnya.
Leave a Reply