Jelang Lebaran 2026, Pemkot Makassar Buka 8–9 Titik Pasar Murah Setiap Hari

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

WICARA.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mulai menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Munafri Arifuddin usai memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah perangkat daerah di Balai Kota Makassar, Selasa (10/3/2026). Rapat tersebut dihadiri jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, camat se-Kota Makassar, serta Perumda Pasar.

Munafri menjelaskan, pemerintah kota akan menggelar program pasar murah keliling melalui mobil pangan yang menyasar berbagai kecamatan. Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang akhir Ramadan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di pasaran sekaligus memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.

Pemerintah Kota Makassar berencana mulai menurunkan tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan mulai Rabu (11/3). Mereka akan menggelar pasar murah di berbagai titik dengan menggandeng Perum Bulog sebagai penyedia pasokan bahan pangan.

Program ini akan berlangsung selama sepuluh hari terakhir Ramadan dengan menghadirkan sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.

Untuk tahap awal, pasar murah dijadwalkan digelar di Jalan Kapasa Raya, tepatnya di halaman Masjid Nurul Amin, serta di Kecamatan Mariso, Kelurahan Mattoangin, Kompleks Pesona Dahlia.

Sebanyak sembilan unit mobil inflasi disiapkan untuk berkeliling ke berbagai wilayah kecamatan. Kehadiran mobil tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah kota dalam menekan laju inflasi daerah yang saat ini berada di kisaran 6,23 persen.

Melalui program ini, beberapa komoditas dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP sekitar Rp55.000 hingga Rp58.000 per kemasan, minyak goreng merek Minyak Kita Rp15.000 per liter, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.

Munafri yang akrab disapa Appi mengatakan, setiap hari pemerintah kota akan membuka sekitar delapan hingga sembilan titik pasar murah di berbagai kecamatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergilir sesuai kesiapan lokasi yang disiapkan oleh masing-masing kecamatan.

Ia berharap program pasar murah ini dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih stabil sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga menjelang Idul Fitri.

Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu menekan potensi inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di tingkat konsumen.

Leave a Reply