Kolaborasi ITB Nobel Indonesia dan Google for Education: Bekali Generasi Z dengan Teknologi Masa Depan di CGS Makassar

Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia resmi memulai rangkaian agenda "Ramadan Tour 2026" dengan mengunjungi SMA Celebes Global School (CGS) Makassar

WICARA.CO.ID, MAKASSAR — Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia resmi memulai rangkaian agenda “Ramadan Tour 2026” dengan mengunjungi SMA Celebes Global School (CGS) Makassar sebagai destinasi perdana. Kolaborasi strategis bersama Google for Education ini bertujuan untuk membekali generasi Z dengan pemahaman mendalam mengenai teknologi masa depan, khususnya dalam aspek kewirausahaan digital.

Kampus yang dikenal dengan jargon ‘Home For Entrepreneurs’ ini menghadirkan pakar di bidangnya untuk memberikan wawasan teknis sekaligus praktis. Materi mengenai Kecerdasan Buatan (AI) dibawakan oleh Edward, selaku delegasi dari Google Educators Group, yang menekankan pentingnya adaptasi teknologi di ruang kelas. Sementara itu, pembahasan mengenai konektivitas perangkat dibahas tuntas oleh Andi Ircham Hidayat, S.Kom, M.Kom, selaku Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Nobel Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Ircham memaparkan bahwa Internet of Things (IoT) bukan lagi teknologi yang sulit dijangkau. Ia menjelaskan bahwa IoT pada dasarnya adalah cara manusia memberikan ‘otak’ pada benda-benda di sekitar melalui jaringan internet.

“Para siswa telah membuktikan sendiri bahwa teknologi ini sangat mungkin untuk dirancang secara mandiri. Tentu kita berharap demonstrasi ini menjadi pemicu semangat bagi para siswa untuk terus bereksperimen dan tidak takut menghadapi kegagalan dalam berinovasi,” sambungnya.

Senada dengan hal tersebut, Edward dari Google Educators Group menambahkan bahwa penguasaan AI akan menjadi pilar utama bagi para calon wirausahawan muda di masa depan. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa teknologi ini harus dipandang sebagai kawan, bukan lawan. “AI bukan hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk memperkuat potensi kreatif siswa. Dengan alat dari Google for Education, kami ingin siswa CGS mampu mengotomatisasi ide-ide brilian mereka menjadi solusi nyata yang lebih efisien di era digital ini,” ujar Edward.

Leave a Reply