Genangan Capai 1 Meter di Tello Baru, Pemkot Makassar Lakukan Evakuasi

Pemerintah Kota Makassar, bergerak cepat melakukan langkah antisipasi dan penanganan di lapangan.

WICARA.CO.ID, MAKASSAR — Hujan berintensitas tinggi yang turun sejak dini hari, Selasa (24/2/2026), memicu banjir dan genangan di sejumlah titik di Kota Makassar. Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kota Makassar segera mengaktifkan langkah antisipasi dan penanganan di lapangan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh jajaran pemkot—mulai kepala SKPD, camat, lurah hingga RT/RW—untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan mitigasi lebih awal menghadapi potensi cuaca ekstrem. Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti BPBD Kota Makassar dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak untuk pemantauan, evakuasi warga yang membutuhkan bantuan, dan asesmen cepat.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyampaikan bahwa posko siaga telah didirikan di beberapa area yang terdampak banjir. Ia menegaskan, personel TRC disebar ke titik-titik yang teridentifikasi rawan guna memastikan keselamatan warga, termasuk melakukan evakuasi, pemetaan tingkat keparahan genangan, dan pendataan kebutuhan mendesak masyarakat. BPBD juga memperkuat koordinasi dengan kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait agar penanganan berjalan cepat dan terintegrasi. Sejumlah peralatan evakuasi, seperti perahu karet dan perlengkapan keselamatan, turut disiagakan untuk mengantisipasi kenaikan debit air.

Berdasarkan laporan Posko BPBD pada pukul 06.10 hingga 07.00 WITA, genangan cukup tinggi terpantau di beberapa lokasi. Di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, ketinggian air sekitar 100 sentimeter dan menggenangi permukiman warga. Sementara di Kompleks Kodam III (Kotipa XVI–XII), Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, genangan berkisar 0 hingga 30 sentimeter dan sempat membuat akses kendaraan tidak dapat dilalui. Genangan juga terlihat di Jalan Kecaping Raya Blok 8, Kecamatan Manggala, dengan ketinggian 0 hingga 20 sentimeter dan masih bisa dilalui kendaraan, serta di Kelurahan Kapasa RW 6 dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Adapun Terowongan Rappokalling tergenang sekitar 40 sentimeter dan berada dalam pengawasan petugas untuk mencegah kemacetan serta risiko keselamatan pengguna jalan.

Meski secara umum kondisi dilaporkan aman dan terkendali, BPBD mengimbau warga tetap waspada, menghindari jalur dengan genangan tinggi, serta segera melaporkan keadaan darurat melalui layanan BPBD Kota Makassar.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyebut genangan di Jalan Rappokalling Raya, Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, mulai berangsur surut. Ia mengatakan, Satuan Tugas Drainase langsung dikerahkan begitu laporan masuk. Dua kelompok satgas fokus membersihkan sampah yang menyumbat saluran, karena tumpukan sampah terbawa arus hujan deras menjadi salah satu penyebab aliran air terhambat. Setelah pembersihan dan normalisasi dilakukan, debit air berkurang dan kondisi perlahan membaik, namun pemantauan tetap dilanjutkan untuk memastikan saluran kembali normal. (*)

Leave a Reply