Ramai Soal Sikat Gigi Saat Puasa, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Ilustrasi Sikat Gigi

WICARA.CO.ID, JAKARTA — Pertanyaan tentang boleh-tidaknya menyikat gigi saat berpuasa kembali ramai menjelang Ramadan. Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan bahwa aktivitas menjaga kebersihan mulut tetap diperbolehkan, namun ada batas waktu yang sebaiknya diperhatikan agar puasa tetap terjaga dan tidak masuk pada perkara yang dimakruhkan menurut sebagian ulama.

Dalam penjelasannya, UAS menyebut menyikat gigi setelah subuh hingga sebelum masuk waktu zuhur pada dasarnya tidak menjadi masalah. Namun, setelah zuhur hingga menjelang magrib, sebagian ulama memandangnya makruh—terutama karena pada rentang waktu itu mulut cenderung makin kering dan “jam-jam kritis” puasa membuat orang lebih berisiko berkumur atau memakai pasta gigi berlebihan.

Tetap gosok gigi habis makan sahur, tapi setelah dzuhur jangan lagi,” kata UAS dalam potongan ceramah yang beredar. Ia juga menyinggung kebiasaan sebagian orang yang justru menyikat gigi pada sore hari dengan pasta gigi beraroma kuat, padahal saat itulah sebagian ulama menganjurkan untuk menahan diri demi kehati-hatian.

Makruh bukan berarti haram

UAS menegaskan, istilah makruh tidak sama dengan larangan mutlak. Dalam sejumlah penjelasan fikih—terutama yang menyamakan sikat gigi dengan bersiwak—makruh setelah matahari tergelincir (waktu zuhur) sering dikaitkan dengan pemaknaan hadis tentang bau mulut orang berpuasa (khuluuf) yang memiliki keutamaan di sisi Allah. Karena itu, sebagian ulama menyarankan tidak “menghilangkan” khuluuf pada paruh akhir hari puasa.

Namun, UAS juga mengingatkan agar hadis tersebut tidak dipahami secara berlebihan sampai dijadikan alasan untuk membiarkan kebersihan mulut terabaikan. Ia menyindir pemahaman ekstrem itu dengan kalimat, “bukan berarti makin busuk makin harum.”

Ada perbedaan pendapat ulama

Sejumlah rujukan fikih yang dikutip media juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan antarmadzhab. Dalam Mazhab Syafi’i, sikat gigi (qiyas siwak) dipaparkan mubah sebelum zuhur dan makruh setelah zuhur, sedangkan sebagian pandangan lain (misalnya dalam Mazhab Hanafi dan Maliki) cenderung membolehkan sikat gigi selama tidak ada sesuatu yang tertelan.

Tips aman menjaga kebersihan mulut saat puasa

Untuk menghindari keraguan, sejumlah anjuran praktis yang kerap disampaikan adalah:

  • Sikat gigi setelah sahur (atau sebelum imsak) agar mulut bersih sejak awal puasa.
  • Jika terpaksa sikat gigi di siang hari, lakukan sebelum zuhur dan berkumur secukupnya.
  • Hindari pasta gigi beraroma sangat kuat bila dikhawatirkan tertelan, dan jangan berkumur berlebihan

Leave a Reply