WICARA.CO.ID, MAKASSAR – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Bugis, Universitas Negeri Makassar (UNM), melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah menengah atas menjelang penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun 2026. Kegiatan ini menyasar dua daerah, yakni Kota Parepare dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (3-4 Februari 2026).
Sosialisasi dipimpin Ketua Tim, Dr. Asis Nojeng, S.Pd., M.Pd., dengan agenda memperkenalkan Prodi Pendidikan Bahasa Bugis kepada siswa kelas akhir, sekaligus membuka ruang informasi tentang pilihan studi yang berbasis kearifan lokal dan kebutuhan pendidikan daerah.
“Sosialisasi ini kami lakukan untuk memberikan informasi yang utuh kepada siswa tentang Prodi Pendidikan Bahasa Bugis UNM, terutama menjelang penerimaan mahasiswa baru 2026,” ujar Dr. Asis Nojeng.
Di Kota Parepare, tim menyambangi SMA Negeri 1 Parepare dan SMA Negeri 5 Parepare. Sementara di Kabupaten Pangkep, sosialisasi dilakukan di SMA Negeri 3 Pangkep dan SMA Negeri 1 Pangkep.
“Kunjungan ke SMA Negeri 1 Parepare, SMA Negeri 5 Parepare, SMA Negeri 3 Pangkep, dan SMA Negeri 1 Pangkep menjadi bagian dari upaya kami mendekatkan kampus kepada calon mahasiswa,” tutur Dr. Asis Nojeng.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Dr. Syamsudduha, M.Hum mengatakan melalui kunjungan ini, tim memberikan gambaran umum tentang profil prodi, arah pembelajaran, serta peluang pengembangan kompetensi mahasiswa yang berkaitan dengan kebahasaan, kebudayaan, dan pendidikan. Sosialisasi juga diarahkan untuk membantu siswa memahami pilihan program studi secara lebih terukur, termasuk prospek kontribusinya di sekolah maupun masyarakat.
“Kami berharap sosialisasi ini membantu siswa menentukan pilihan studi dengan lebih percaya diri, sekaligus melihat peluang kontribusi lulusan Pendidikan Bahasa Bugis di dunia pendidikan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Prodi Pendidikan Bahasa Bugis UNM tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong peran mahasiswa dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah.
“Kami ingin siswa di Parepare dan Pangkep mengetahui bahwa kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Bugis bukan hanya belajar bahasa, tetapi juga menguatkan literasi budaya dan identitas lokal,” tutupnya.
Leave a Reply