WICARA.CO.ID, MAJENE — Kegiatan lokakarya bertajuk “Pemanfaatan AI Generatif untuk Pembelajaran di Madrasah” sukses dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026,di Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah DDI Banua, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk kerja sama antara Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) dengan kedua Madrasah tersebut.
Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM diwakili oleh Chairil Anwar Korompot, Ph.D. selaku narasumber utama yang didampingi oleh Dr. Abdul Rahman, S.Pd, M.Pd sebagai mitra PkM dari Universitas Tomakaka Mamuju. Sementara itu, kegiatan ini juga didampingi oleh Dra. Badriah selakuPengawas Pendamping Madrasah Aliyah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene.
Sekitar 30 orang peserta yang merupakan guru-guru Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah DDI Banua Kecamatan Sendana mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Lokakarya dirancang setara dengan 15 jam pelajaran, dilengkapi dengan tugas pra-lokakarya dan pasca-lokakarya yang wajib diselesaikan oleh seluruh peserta sebagai bentuk evaluasi dan penguatan materi.
Materi lokakarya berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif sebagai alat bantu guru dalam merancang pembelajaran, menyusun asesmen, hingga memberikan umpan balik kepada siswa. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya integrasi literasi dan numerasi dalam setiap mata pelajaran di madrasah, sehingga penggunaan teknologi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa AI generatif berperan sebagai co-pilot bagi guru, bukan pengganti peran guru di kelas. Guru tetap menjadi pengendali utama dalam proses pembelajaran, sementara AI dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi, kreativitas, dan personalisasi materi ajar. Aspek etika, perlindungan data, serta penggunaan AI secara bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam diskusi bersama peserta.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi digital guru madrasah, sekaligus memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif dan praktik langsung penggunaan AI dalam menyusun bahan ajar serta instrumen evaluasi pembelajaran.
Leave a Reply